banner 728x250
Riau  

Pj Bupati Kampar Dr. Kamsol, MM usai tes urine dalam peringatan HANI

Sumpah Pemuda  
Selamat Natal Dan Tahun Baru  

Bangkinang, IntensNews.co.id — Pj Bupati Kampar Dr. H. Kamsol, MM langsung melakukan tes Urine di Lapangan Pelajar Bangkinang, Sabtu (25/6/2022). Tes urine terhadap Pj Bupati ini usai Deklarasi Gerakan Kampar Bersih Narkoba yang bersempena dengan Hari Anti Narkoba lnternasional (HANI) tahun 2022.

Dari hasil pemeriksaan urine Pj Bupati, tim Badan Narkoba Kabupaten Kampar mengeluarkan hasil negatif.

Sebelum melalukan tes urine yang diikuti juga seluruh pejabat Kampar, Dr l Kamsol terlebih dahulu menyampaikan harapan dengan dilaksanakan deklarasi ini merupakan awal bersama memberantas Narkoba hingga ke desa-desa.

Agar diketahui bersama, berdasarkan catatan Polres Kampar dalam tahun 2022, tersangka pengedar Narkoba terdapat sebanyak 306 orang. Dengan rincian pria 283 orang, wanita 17 orang serta anak-anak sebanyak 6 orang. Dikumpulkan barang bukti jenis shabu seberat 1.422,3 gram, ganja 11.704,9 gram dengan tangkapan barang bukti sebanyak 333 barang bukti.

Sementara sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba pada periode Januari hingga Juni 2022 mencapai 162 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 225 orang, pria 206 orang, wanita 17 orang dan anak-anak 2 orang dengan jenis sabu berjumlah 901,86 gram, ganja 3.124,7 gram dan ekstasi 3 butir yang tersebar di 21 Kecamatan.

Pemerintah dari pusat sampai daerah saat ini telah mengupayakan pencegahan melalui sosialisasi P4GN ke sekolah SMA dan SMP ke seluruh desa dan kelurahan bekerja sama tim Tembak Polres Kampar.

“Perlu juga kerja sama seluruh perangkat, mulai Polres Kampar, ninik mamak, tokoh masyarakat, tokoh agamavdan tokoh pemuda dalam membangun budaya anti narkoba khususnya wilayah Kabupaten Kampar,” papar Pj Bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD Kampar M Faisal, ST, MT mengapresiasi kegiatan dan komitmen yang dilakukan saat ini. “Semoga ini benar benar-benar komitmen kita bersama memberantas Narkoba sampai ke akar,” tukasnya.

Fenomena saat ini, dalam pemberantasan narkotika tidak sampai ke pengedar besar, yang tertangkap kebanyakan pemakai dan pengedar kecil.

Lapas Bangkinang sendiri saat ini over kapasitas dengan lebih dari 50 persen merupakan kasus narkoba.***(sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page