banner 728x250

Responsif Pemerintah Daerah Terhadap Penanggulangan Bencana Banjir di Beberapa Titik di Kabupaten Ketapang

banner 728x250  
banner 728x250  
banner 728x250  

Ketapang. Kalbar – intensnews.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang melakukan gerak cepat terhadap penanggulangan banjir di beberapa titik di wilayah Kabupaten Ketapang. Bupati Ketapang melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Alexander Wilyo, S.S.TP menggelar rapat bersama terkait langkah-langkah penanggulangan banjir, pada Senin (29/8/2022) pagi, di Ruang Rapat Bupati, Lantai Dua.

Dalam rapat tersebut, Sekda Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP mengatakan rapat kordinasi dilakukan jajarannya sebagai upaya untuk menanggulangi banjir di beberapa titik di Ketapang beberapa hari ini.

banner 728x250  
banner 728x250  
banner 728x250  

“Hari ini kita melakukan rapat kordinasi sekaligus briefing terkait langkah-langkah penanggulangan banjir di Ketapang,” Kata Sekda, Senin (29/8/2022).

Sekda melanjutkan, kalau memang saat ini Ketapang belum dalam keadaan darurat bencana, namun upaya dini harus dilakukan untuk menanggulangi banjir yang ada.

“Jadi kita lakukan mitigasi bencana, memperhatikan dan mengantisipasi presikdi cuaca dari BMKG,” Terang Sekda.

Sekda menambahkan, kalau pihaknya akan melakukan konsolidasi penggalangan dan koordinasi untuk bantuan sembako serta obat-obatan untuk korban banjir.

“Rehabilitasi pasca bencana harus kita lakukan, termasuk salah satunya dukungan alokasi APBD untuk penanganan bencana,” Jelas Sekda.

Selain itu, Sekda juga meminta semua jajaran khususnya BPBD, Camat, Lurah hingga Kepala Desa untuk responsif terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat agar pemerintah hadir sesuai perannya sebagai public servant (pelayan masyarakat;red).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Yunifar mengatakan kalau pihaknya telah mengirimkan tim reaksi cepat yang bertugas membantu mengevakuasi serta mendata warga yang terdampak banjir.

“Besok kita mulai geser bantuan logistik buat warga, untuk saat ini tidak ada yang mengungsi mereka masih tinggal dirumah tingkat dua atau ditempat keluarga,” katanya.

Lebih lanjut, kalau banjir terjadi lantaran curah hujan tinggi terlebih daerah di Jelai Hulu merupakan daerah yang terletak di bantaran sungai.

“Untuk kondisi air normatif tergantung ketinggian dan frekuensi curah hujan,” Ujar Yunifar.

Yunifar menambahkan, saat ini ada beberapa kecamatan yang terdeteksi banjir mulai dari Jelai Hulu, Air Upas, Hulu Sungai dan Sungai Laur.

“Untuk air upas kita sudah menyalurkan bantuan logistik, kemudian kerawanan relative, hanya saja di Jelai Hulu ada kerawanan namun yang jelas Pemda hadir dan bergerak cepat,” Pungkas Yunifar.***(jk/sh/ins)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You cannot copy content of this page