banner 728x250

Jalan Gajahmada Sudah Mulai Rusak dan  Retak, Kades Sukabangun Himbau Truk Besar  Yang Melintas Tak Melebihi Muatan

banner 728x250  
banner 728x250  
banner 728x250  

Ketapang.Kalbar – intensnews.co.id. Kepala Desa dan Warga Desa Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kota Ketapang Kalimantan Barat mengeluhkan Jalan  Gajahmada Sepanjang desa sukabangun yang menuju kepelabuhan PT. PTP (Anak Cabang Pelindo II)  sudah terlihat mulai mengalami rusak dan keretakan hal itu diduga keras akibat seringnya dilewati oleh kendaraan Truk Besar (TB) atau truk kayu yang diduga muatannya lebih,

Kepala Desa sukabangun M. Zaini menghimbau kepada pihak  angkutan truk kayu menuju kepulau Jawa yang menggunakan kapal angkut  dari Pelabuhan sukabangun untuk tidak memuat angkutan melebihi kapasitas, sehingga konstuksi  jalan gajahmada tidak mampu menampung beban yang berat, hal itu menurut dia akan cepat membuat rusak jalan.

banner 728x250  
banner 728x250  
banner 728x250  

“Saya selaku kades di sukabangun menghimbau kepada pihak pihak pemilik angkuta truk besar kayu untuk tidak memuat beban melebihi kapasitas, apa lagi sampai puluhan ton beratnya  itu akan cepat membuat jalan gajahmada rusak.  Coba kita lihat mulai dari didepan masjid As-sholihin hingga ke pelabuhan sudah mulai rusak dan mengalami keretakan” ujar Kadea Zaini saat dikofirmasi diruang kerjanya belum lama ini.

Dia melanjutkan bahwa persoalan ini sudah dibahas ditingkat Kabupaten Ketapang, hasil dari rapat tersebut bebrapa SKPD yang berkompeten dan Lantas Ketapang menyetujui himbaun yang disampaikan

“Masalah ini sudah kami bahas di tingkat kabupaten, Dinas Perhubungan dan Lantas Polres ketapang mengamini apa yang kami himbau, selanjutanya kita akan rapat lagi dengan dishub dan lantas ketapang beserta dengan pihak pihak terkait untuk menentukan langkah langkah apa yang akan diambil. Persoalan ini jika dibiarkan akan makin parah jalan didaerah kami ini.” Terangnya

Terpisah, Menurut pengakuan seorang warga sekitar lokasi, Budiman mengatakan, bila kendaraan truk besar kayu yang melewati jalan tersebut maka pengguna jalan yang lainnya  harus membuntuti dari belakang , karena sebagian jalan ditutupi oleh truk besar.

“Jadi kalau ada mobil atau motor  itu jalannya harus beriringanmembuntuti, soalnya separuh jalan itu ditutupi oleh truk besar, jadi harus sangat berhati hati sekali” katanya, Minggu (31/8/ 2022)

Kerusakan dan keretakan  jalan tersebut, kata dia, diduga akibat seringnya truk besar dengan muatan diduga berlebih yang melintas. Baik dari dalam pelabuhan sukabangun atau yang keluar dari dalam pelabuhan

Sehingga konstruksi jalan tidak mampu menampung beban yang berat, apalagi belum pernah ada pemeliharaan pada jalan tersebut.

Sementara itu Junior Officer PT. Pelabuhan Tanjung Periuk (PTP) yang merupakan Anak Cabang Pelindo II wilayah Kawasan Sukabangun Rudi Hartono menjelaskan kalau truk besar kayu yang memuat berlebihan bukanlah  wewenag pihak PTP,  menurutnya itu wewenangnya Dinas Perhubungan   sama halnya dengan konstruksi jalan gajah mada merupakan wewenang  Dinas PUPR kabupaten Ketapang. Tugas utama PT PTP dikawasan sukabangun hanya aebagai operator pelabuhan.

“Masalah angkutan truk besar kayu yang dari luar kawasan pelabuhan sukabangun itu bukan wewenang kita, itu wewenangnya dinas perhubungan ketapang, sama juga dengan konstrusi jalan ada di dinas PUPR ketapang. Tugas pokok kita di sini hanya sebagai operator pelabuhan” jelas Rudi Pada Rabu (31/8/2022)

Namun kata dia untuk urusan truk besar yang datang dari jawa bermuatan sayur sayuran itu pihaknya dengan beberapa buruh bongkar muat telah sepakat kalau truk besar ban enam yang sudah di modifikasi itu hanya stanbay di dalam kawasan pelabuhan selanjutnya untuk membawa sayur sayur keluar kawasan diangkut menggunakan mobil pick up.

” truk besar kayu bermuatan sayur sayur itu dari jawa stanbay di dalam kawasan, sementara mobil pick up nanti yang membawa keluar kawasan pelabuhan. Setahu saya hanya 4 monil truck besar yang keluar  dari kawasan pelabuhan ini”. Pungkasnya.*** (jk)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You cannot copy content of this page