banner 728x250

Tausiyah Oleh Dr.Supardi DiLingkungan Kejati Riau

Sumpah Pemuda  
Selamat Natal Dan Tahun Baru  

 

Pekanbaru, IntensNews.co.id – Pada hari Selasa tanggal 05 Oktober 2022 sekira pukul 12.30 WIB s/d selesai bertempat di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau, telah dilaksanakan Tausiyah Ba’da Dzuhur di Kejaksaan Tinggi Riau yang disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Riau

Konfirmasi dari Kasi Penkum Kejati Riau, Banbang Heripurwanto SH.MH., menyatakan tema Tausiyah yaitu : Meninggalkan Satu Shalat Bagaikan Kehilangan Seluruh Harta dan Keluarga serta Dosa Besar Bagi yang Mengumpulkan Dua Shalat Tanpa Adanya Udzur (Halangan). Tausiyah yang disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi tersebut, diikuti oleh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Riau.

Kepala Kejakasaan Tinggi Riau Dr. Supardi menyampaikan dalam sehari setidaknya Allah SWT memberi kita kesempatan 5 kali melalui shalat fardhu untuk kita bermohon sesuatu dan meminta pertolongan kepada-Nya.

Ketika seorang hamba sudah mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah maka cobaan berikutnya adalah tumbuhnya benih-benih kesombongan.

Dr. Supardi menyampaikan, dalam hadits riwayat Ibnu Hibban dari Kitab At-Targhib menyebutkan bahwa dari Sayyidina Naufal Bin Muawiyah Radiyallahu ‘anhu, baginda Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa terlewatkan olehnya satu shalat, seolah-olah telah kehilangan seluruh keluarga dan hartanya.”Maka dengan demikian, sangat rugi dan sedih rasanya jika kita telah meninggalkan satu shalat yang sebenarnya tidak sulit bagi kita untuk melakukannya.

Kemudian Dr. Supardi menyampaikan dari Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma yang mengatakan “Barangsiapa mengumpulkan dua shalat tanpa udzur dalam satu waktu, sungguh ia telah memasuki salah satu pintu dari pintu-pintu dosa besar”.

Selain itu, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa jangan melambatkan tiga hal yaitu ; jangan melambatkan shalat jika sudah tiba waktunya, jangan melambatkan menguburkan jenazah jika sudah siap, dan jangan lambat menikahkan seorang wanita yang tidak bersuami jika sudah ditemukan jodohnya. banyak orang yang mengaku taat beragama dan disiplin dalam menjaga shalatnya namun sesekali masih mengumpulkan dua shalat (mengqadha) dengan berbagai alasan, jika mereka melakukannya tanpa udzur maka mereka telah terjerumus ke dalam dosa besar.

Dan selanjutnya Dr. Supardi menyampaikan, Rasulullah SAW telah memberikan peringatan kepada kita akan bahayanya meninggalkan shalat, bukan hanya sekali Nabi mengingatkan kita namun berulang kali. Maka semestinya kita harus selalu memahami apa yang Rasulullah SAW ajarkan kepada kita selaku umatnya.

Sri Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page